Posts

Showing posts from May, 2019

Resensi Perfect Competition

Image
Doc. Kabar Madura, 16 Mei 2019
Kompetisi Tiada Akhir
Judul                : Perfect Competition Penulis             : Sekar Aruna Penerbit           : Grass Media Terbitan          : Cetakan Pertama, Februari 2019 Halaman         : 369 Halaman ISBN               : 978-623-7078-01-2 Peresensi         : Agustin Handayani
Masa depan bukan pengulangan dari masa lalu. Masa depan adalah bentuk sebuah remidi atau perbaikan dari masa lalu dan masa sekarang. Itulah bagaimana seharusnya kita menyikapi kata masa depan itu sendiri. Novel Perfect Competition karya Sekar Aruna ini juga mengungkit sebuah hubungan antara masa depan dan masa lalu yang dialami oleh Naga dan Vara. Sepasang kekasih di masa lalu yang kembali bertemu di masa depan.
“Selain gaji, ternyata topik mantan termasuk dalam kategori pembicaraan sensitif, ya.” –Hal. 150
Nagara Anggasta dan Isvara Tanisha adalah sepasang kekasih di masa lalu. Hubungan yang rumit  kerena keduanya memiliki sifat yang sama-sama dominan. Mereka sama-sama memilik…

Resensi Senyum Karyamin

Image
Kabar Madura, 20 Mei 2019 
Potret Metafora Kehidupan Wong Cilik
Judul                : Senyum Karyamin Penulis             : Ahmad Tohari Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama Terbitan          : Cetakan kesebelas, Januari 2019 Halaman         : 88 Halaman ISBN               : 978-979-22-9736-2 Peresensi         : Agustin Handayani Saat dunia sastra populer hadir dan merebak, Ahmad Tohari datang dengan cerpennya yang akan terasa asing, dan jauh dari dunai popular atau gemerlap kehidupan. Ahmad Tohari seakan memberikan penampakan lewat karya yang ia buat bahwa ada sebuah lapisna masyarakat bawah yang perlu diperhatikan dengan alur dna konflik mereka sendiri. Wong cilik dengan kepolosan, kebodohan, dan kehidupan mereka yang kumuh. Namun, meski seperti itu, Ahmad Tohari seakan sukses dan menjadikan karyanya sebagai ciri khas dari kumpulan cerpen yang disatukan dengan judul ‘Senyum Karyamin.
“Mereka, para pengumpul batu itu, senang mencari hiburan dengan cara menertawakan diri mereka sendiri…

Resensi I Am Sahraza

Image
Keajaiban sebagai Buah Kesabaran
Judul : I Am Sarahza Penulis : Hanum Salsabiela Rais & Rangga Almahendra Penerbit: Republika Penerbit Cetakan : Cetakan I, April 2018 Halaman : vi+370 Hlm Peresensi : Agustin Handayani Lahirnya novel I Am Sahraza adalah bentuk sebuah rasa syukur yang tidak terkira dari pasangan paling fenomenal ini. Sebuah karya sastra yang membuat siapapun tahu bagaiama titik perjuangan dari pasangan suami isteri ini dalam menghadapi seluruh cobaan dari Tuhan. Rasa yang dipasang surutkan, jatuh dan bangun, hingga Tuhan tetap memberikan janjinya sebagai buah dari kesabaran. Berbicara tentang Hanum dan Rangga, maka kita juga teringat tentang pasangan penulis yang telah mencetak banyak sekali novel best seller dan berhasil di filmkan dengan sangat memukau. Ternyata, dari semua itu, kehadiran I Am Sahraza juga tak kalah memukau dari novel sebelumnya. Pasangan ini memberikan jejak rekam bagaimana kisah perjalanan cinta mereka hingga semua cobaan yang dilalui. Hanum dan Rangga a…

Resensi Hallo, April

Image
Mengakrabi Sisi Remaja dan Pesahabatan
Judul : Halo, April Penulis : Kejora Anaphalisa Penerbit : Bhuana Sastra Terbitan : Cetakan Pertama, 2018 Halaman : 210 Halaman Peresensi : Agustin Handayani Dunia remaja dan segala konfliknya memang sangat menarik untuk diikuti perkembanganya. Di mana emosi yang belum stabil, labil, dan pencarian arti hidup. Rupanya Kejora Anaphalisa juga datang dengan novel terbarunya yang mengusung genre remaja dengan kaca matanya sendiri. Awalnya mungkin kita akan bertanya-tanya apa maksud dari judul Halo April? Sedangkan tokoh utama dalam cerita ini adalah Citra. Seorang gadis seperti kebanyakan. Sepintas, tidak ada yang istimewa dari Citra sendiri. Hanya pelajar yang menyukai dunia komik, memiliki seorag sahabat bernama Rima dan musuh bernaa Mika. Hingga saat kita mengikuti jejak rekam perjalana Citra sebelumnya, maka Halo April bisa disebut sebagai tanda kesialan bagi Citra. April seakan memberikan nasib buruk baginya. Mulai dari kedua orang tuanya yang meninggal…

Resensi Tinker Bell

Image
Radar Cirebon, 20 April 2019
Seni Mendintai dan Dicintai Tinkerbell
Judul                : Tinkerbell Penulis             : Equita Millianda Penerbit           : Pastel Books Terbitan          : Cetakan Pertama, 2019 Halaman         : 334 Halaman ISBN               : 978-602-6716-44-6 Peresensi         : Agustin Handayani “Gimana kalo pada satu titik-yang nggak diceritakan sama Walt Disney, Peterpan merasa bahwa dia suka sama Tinkerbell?” –Hal. 325 Sukses dengan novel perdananya yang berjudul Bad Romance, penulis bernama Equita ini kembali merilis novel baru yang berjudul TinkerBell. Novel dengan genre teenlit yang mengusung kisah romance antara sepasang sahabat antara lelaki dan perempuan yang memang selalu menjadi hal yang digemari oleh remaja zaman sekarang. Friendzone, seperti itulah sebutan bagi mereka-mereka yang terjebak dalam zona teman, padahal maunya lebuh dari itu. Membaca judul Tinkerbell, otomatis ingatan kita akan terlempar pada sebuah film Disney tentang gadis kecil yaitu Tinkerb…

Resensi Spesial Order

Image
Dokumentasi, Solopos, 21 April 2019
Menyikapi Ambisi dalam Cita Rasa

Judul : Spesial Order Penulis : Alifiana Nufi Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Halaman : 272 halaman Cetakan: Pertama, 2019 ISBN : 978-602-06-2157-9 Peresensi : Agustin Handayani Denga latar masakan dan profesi kokinya, Spesial Order memang sanggup memikat semua pembaca. Alifiana bukan hanya mengangkat sisi romantisme yang terjadi di sebuah dapur, tapi juga tentang bagaimana sebuah masakan dapat terhidang dengan sempurna. Memasak yang katanya paling enak dengan hati, dibantahkan dengan halus. Melalui novel ini Alifian seakan menegaskan lagi, bahwa tidak semua hal dilakukan dengan hati, tapi dituruti oleh pikiran. Itulah masakan yang pas di lidah. Bercerita tentang Naya yang termasuk perempuan dengan ambisi tinggi untuk menjadi koki, padahal dia adalah mahasiswa pendidikan yang nantinya harus menjadi pengajar. Naya adalah wanita dengan sifat pantang menyerah, tidak pernah mengeluh, dan selalu mencoba. Meski sering menjadi bul…

Resensi Cinta yang Bodoh Harus Diakhiri

Image
Dokumentas. Kabar Madura 23 April 2019
Menyelami Kisah Cinta yang Bodoh
Judul                : Cinta yang Bodoh Harus Diakhiri Penulis             : Artie Ahmad Penerbit           : Mojok Terbitan          : Januari, 2019 Halaman         : viii+140 Halaman ISBN               : 978-602-1318-83-6 Peresensi         : Agustin Handayani
Artie Ahmad hadir lagi dengan karya terbarunya. Sebuah kumpulan cerita pendek yang berjudul Cinta yang Bodoh Harus Diakhiri. Kumcer yang di dalamnya terdiri dari 16 cerita pendek yang saling berdiri sendiri. Meski begitu, keenam belas cerpen tersebut seakan memiliki benang merah, yaitu tentang cinta. Namun bedanya, kisah cinta yang dikisahkan dalam setiap cerpen adalah sebuah kisah pilu, tragis, dan menyedihkan dari sebuah cinta. Hampir semua cerita di masaing-masing cerita seakan menjelaskan bagaimana cinta yang bodoh, menyakitakan dan menimbulkan luka. Cinta hanya pemanis diawal saja sebelum pahit setelahnya. Bisa kita lihat dari sebuah cerpen yang diambil menjadi…