Alasan Menjadi Anggota FLP!




"Rumah bagi penulis adalah sebuah organisasi yang menjadi wadah sekaligus tempat belajar bersama." -Yani, FLP Probolinggo.



Seseorang mungkin bisa menulis sendiri, namun untuk menjadi seorang penulis, kita butuh teman, wadah, dan juga segala hal lainnya yang bisa membuat kita maju dan terus berproses. Tidak ada penulis yang langsung meraih kesuksesan dan berada di titik tertinggi tanpa melalui proses. Maka dari itu, seyogyanya kita belajar mencintai proses. Dan dalam proses tersebut, ada banyak penulis yang melaluinya dengan kisah masing-masing.
Forum Lingkar Pena adalah sebuah wadah sekaligus menjadi rumah untuk para penulis agar terus berproses, dan belajar hingga sukses dan menjadi penulis yang bermanfaat. Banyak teman, saudara, motivasi serta dukungan yang membuat kita bisa terus tegak dan kokoh dalam usaha kita menjadi penulis yang bermanfaat.
Dari sebuah artikel ini, saya akan memaparkan alasan-alasan yang membuat saya wajib bergabung dengan FLP terutama FLP Probolinggo.

1. Berawal dari Kegelisahan.

Minat baca memang sangat kecil, apalagi dengan minat menulis. Dari sini, saya berpikir bagaimana bisa saya meningkatkan minat baca kota (Probolinggo) agar lebih tinggi lagi. Dan karena saya sendiri memang menyukai dunia literasi sejak dulu, meski hanya membaca, saya pun mencari komunitas dan organisasi daerah yang bisa menjadi wadah agar membantu meningkatkan minat baca remaja. Saya ingin menjadi bagian untuk mendukung semua kegiatan literasi di zaman ini. Karena, kesadaran diri bahwa seseorang yang cerdas adalah mereka yang gemar membaca.
Secara global, FLP memang sangat sukses menjadi sebuah jawaban untuk meningkatkan minat baca dalam masyarakat.
2. FLP adalah wadah

Sangat banyak rintangan dalam menjadi penulis. Misal, patah semangat, malas, lelah, tidak ada ide, dll. Itu semua adalah kegelisahan lainnya yang sering dirasakan oleh penulis manapun menurut saya. Maka dari itu saya berpikir bagaimana caranya menghilangkan kegelisahan yang ini? Oh, iya! Saya harus memiliki teman sehobi dan sejalur dengan saya. Merekalah yang nantinya akan terus mendorong kita dan memberi Semangat. Selalu ada kata-kata, "sukses, ya!" , "jangan patah semangat!" , "gitu saja pasti kamu bisa, kok!" , "kami percaya sama kamu!" Dan banyak lagi kata-kata dukungan yang mau tidak mau memang sangat berpengaruh untuk kita semua. Akan ada saat di mana kita berpikir, "Oh, ya! Jika mereka percaya saya bisa, kenapa saya harus pesimis?"

Itu adalah pemikiran kenapa saya harus memiliki rumah (FLP) untuk menjadi tempat saya mencari semangat dan dukungan dari mereka.  Karena Kegelisahan itu tidak datang sekali dua kali. Kadang berkali-kali yang membuat saya semakin gencar bertukar pikiran dan meminta dukungan teman-teman.

FLP sebagai wadah juga mengenalkan saya kepada penulis-penulis lainnya. Mereka akan dengan senang hati bertukar cerita perjuangan mereka hingga bisa sampai di titik ini. Tidak ada yang instan di dunia ini, mie saja harus dimasak sebelum di makan. Apalagi menjadi penulis. Harus ada usaha dan pengorbanan di setiap langkahnya. Dari sini kita pasti akan semakin semangat setelah mnedapatkan pengalaman dari temna-teman yang seperti “berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian.”

3. Luruskan Niat, Berikan Manfaat.

Jika ditanya apa yang harus dimiliki penulis saat pertama kali ia menulis, pasti jawabannya adalah niat. Apa niat kita menulis? Sebelumnya, mungkin saya tidak memiliki keinginan yang muluk-muluk. Niat saya hanya untuk menulis saja. Hingga saat saya mulai tergabung di FLP, saya paham niat menulis saya masih belum benar. FLP mengajarkan kita menulis untuk berbagi manfaat untuk sekitar. Seperti yang kita tahu, dengan tulisan, kita seakan hidup dalam keabadian. Dengan tulisan, kita menembus ribuan kepala untuk berbagi kebaikan dan manfaat. Karena itulah, adanya FLP benar-benar membantu saya untuk terus membenarkan niat dan beribadah lewat tulisan.

4. Pengalaman, Pelajaran, sekaligus Pengetahuan

Forum Lingkar Pena juga memberikan saya pengalaman dalam berorganisasi di masyarakat. Mereka memberikan saya kesempatan untuk ikut aktif bergabung dalam segala acara yang dilaksanakan. Banyak acara yang diselenggarakan oleh Forum Lingkar Pena yang semakin menambah pengalaman saya, sekaligus menjadi ide dan pondasi untuk saya terus menulis.

Pelajaran. Di sini banyak sekali pelajaran yang bisa saya petik. Cara menyikapi diri, cara menulis yang baik, dan seperti apa tulisan bermanfaat itu, dan juga menjadi motivator untuk orang lain agar tidak patah semangat.

Pengetahuan. Forum Lingkar Pena bukan hanya memiliki penulis Fiksi. Ada banyak penulis non fiksi yang tergabung  di sana. Dari hasil karya mereka lah saya mendapatkan sebuah ilmu baru dan pengetahuan lainnya. Saya tidak selalu hidup dalam dunia imajinasi (fiksi), namun juga menyeimbangkannya dengan dunia riset dan ilmiah.

5. Saudara

Ada yang beda dengan pergaulan di Forum Lingkar Pena. Apa? Persaudaraan yang terjalin. Kita sama-sama saling mengingatkan tentang agama dan syariat Islam. Jadi, FLP bukan lagi hanya tentang Menulis, tetapi tentang berdakwah lewat tulisan. Seperti sekali mendayung, tiga pulau terlampaui. Atau sembari menyelam, kita minum air. Maka, selagi belajar menulis, kita juga belajar keagamaan.

Mungkin itulah beberapa alasan kenapa saya memilih FLP sebagai wadah yang wajib saya ikuti. Karena menulis bukan lagi tentang membuang kegelisahan, namun juga tentang berbagi manfaat, berdakwah lewat tulisan. Jadi, bagi teman-teman yang belum tergabung, saya ingatkan untuk segera bergabung. Dan bagi yang sudah bergabung, salam literasi untuk kita semua!

“Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti lomba blog dari Blogger FLP pada rangkaian Milad FLP 22Th” Blogger FLP



Probolinggo, 25 Maret 2019






Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Resensi Gustira

Resensi Novel 'Love In Twilight'

Resensi Sunyi di Dada Sumirah