WiCha dan Segala Kenangan




Selamat siang! Kali ini aku nggak sedang menulis puisi, resensi atau cerpen seperti biasanya. Siang yang kebetulan sedang mendung di Probolinggo, aku akan bahas tentang kenangan. #janganbaper

Kenangan dan kesan selama mengikuti WiCha. 

Oke. Mengikuti kelas Wicha sejak Premier, Junior, Senior hingga Super jelas memiliki kesan tersendiri bagi saya. Dari yang lupa update, dikejar tema, tantangan kirim media, dan teman-teman baru dari FLP se-Jatim. Ini adalah hal yang tak akan bisa dilupakan dengan mudah. Bagaimana kami yang saling bergurau kala ada yang lupa update, dll. 

Kita belajar berani. Ini adalah poin penting di WiCha. Kita bukan hanya menulis dan disimpan sendiri. Namun, juga mengirimkan ke media dan menulis dengan tantangan tema yang disediakan. Hmm, ini adalah hal yang membuatku tertantang .

Pesan untuk Program WiCha.

Semoga WiCha ini akan terus berjalan dengan lancar bagi teman-teman. Manjadi wadah kita semua untuk rutin menulis hingga melahirkan karya-karya yang bermanfaat. Amin

Semoga apa yang kami dapatkan tidak berhenti di sini. Di depan sana, masih ada jalan panjang untuk kita menulis, menulis, dan menulis. 


Karena menurut Pramudya, 'menulis adalah bekerja untuk keabadian."

Terima kasih untuk seluruh teman-teman yang membersamai dalam belajar menulis bersama. Untuk Pak Angga sebagai wali kelas dan juga kepala dari WiCha. Dan untuk Forum Lingkar Pena yang memberi wadah untuk kami. 



Probolinggo, 21 Januari 2019 

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Resensi Gustira

Resensi Novel 'Love In Twilight'

Resensi Sunyi di Dada Sumirah