Posts

Showing posts from December, 2018

Dan, Kami adalah Penjuru Mata Angin

Image
Mereka adalah keajaiban-keajaiban yang terjebak dalam sebuah ikatan tak kasat mata. Mereka adalah insan-insan dengan kekuatan yang tak mampu ditandingi oleh siapapun.
Kerap beberapa kali, badai seakan menerjang dan meruntuhkan segala ikatan yang mereka kukuhkan. Namun, dengan sekali hembus, badai itu surut. Kalah pada sebuah perasaan yang menyatu antara mereka.
Mereka adalah takdir yang ditentukan langit untuk bersatu. Dengan kekuatan masing-masing, mereka menjadi lebih kuat dan tak terkalahkan.
Mereka bukan pusat bumi. Namun, penjuru mata angin yang tersebar dan mengokohkan sebuah rumah yang berpondasi cinta dan kasih sayang. 

Mereka hanya insan-insan yang lahir dari tangis haru keluarga masing-masing. Namun, dalam waktu yang tak dapat direncanakan, mereka bersatu untuk bangkit bersama.
Bagai elemen dalam sebuah kekuatan. Iya, mereka adalah elemen kekuatan dalam hidup 
Dia adalah Yuanda Isha. Mata angin di Tanjung Pinang. Wanita Desember dengan segala ketegaran hidupnya. Pantang men…

Esok, Kematian (tak) Terduga

Image
Dia adalah wanita yang lahir dari cemoohan warga. Tanpa bapak, ia lahir yatim di tengah gemuruh masa. Saat hati memanas penuh amarah, Ika lahir dengan kekurangan yang tak dapat dipulihkan.
Setiap hari, kala waktu kembali berotasi, hanya isak tangis Ika yang terdengar di sudut kamarnya. Kulitnya memerah dengan bekas-bekas pukulan di paha dan lengannya.
"Ibu, sakit," lirih Ika sambil sesegukan menahan sesak. Raganya sudah lelah. Kaku sekujur tubuhnya setiap melihat bayang-bayang sang ibu yang mendekat
Ika lahir dari kebencian dan dendam ibu kandungnya. Kelahiran yang bersamaan dengan kematian sang ayah membuat Ika menanggung seluruh kemurkaannya.
"Dia anak pembawa sial, kamu jangan main sama dia."
"Tapi, Ma. Ika baik kok."
"Kalo Mama bilang jangan, iya jangan. Lihat saja jarinya hanya 8. Cacat. Ayahnya meninggal saat ia lahir. Kamu mau terbawa sial juga?"
"Nggak, Ma."
Selalu seperti itu. Setiap Ika lewat, hardikan anak sial melekat…

Belajar Dongeng Nusantara

Image
Salam Sejahtera bagi seluruh sahabat Pena! 
Kali ini aku membawa sesuatu yang baru. Bukan baru banget sih, lebih tepatnya adalah aku yang baru belajar. Hehe  Baiklah langsung ke topik.
Dongeng. Pertama kali mendengar kata dongeng, maka kita akan flashback tentang cerita-cerita pengantar tidur, kisah kancil dan kecerdikannya, atau malah saat kita disuruh guru membuat dongeng.  Sebenarnya apa sih dongeng itu? Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Dongeng adalah sebuah cerita rekaan yang bersifat fiktif atau tidak benar-benar terjadi.
Jadi, cerita dongeng itu bersifat fiksi. Dan artinya dongeng-dongeng Nusantara bahkan dongeng 1001 malam adalah sebuah cerita rekaan saja. Apa ciri-cirinya? 1. Bersifat rekaan atau fiksi 2. Memiliki amanat dan pesan moral 3. Bahasa yang mudah di pahami 4. Menghibur
Inti dari dongen sendiri memanglah menghibur pembaca dan memberikan pesan moral bagi seluruh pembaca melalui ceritanya. 
Mari kita telaah satu per satu beberapa dongeng yang terkenal.
1. K…

Rresensi Novel Across The Ocean

Image
Cara mengobati Hati yang Luka
Judul : Across The Ocean Penulis: Ria Destriana Penerbit : Gramedia Terbitan : Jakarta, 2015 Jumlah Halaman : 168 Halaman Peresensi  Agustin Handayani 
“Kamu tahu bagaimana caranya mengobati hati yang luka?” “Bagaimana?” “Dengan tidak melaluinya sendirian.”
Across The Ocean, novel karya Ria Destriana ini sebelumnya aku pikir adalah novel yang berlatar luar negeri seperti novel-novel lainnya. Ternyata novel ini lebih mengangkant unsur lokalitas dari sebuah pulau bernama Karimunjawa. Pulau yang katanya bisa mengalahkan pulau Lombok maupaun Pantai Kuta. Karimunjawa berasal dari kremun yang artinya samar-samar. Karena letaknya pulau ini memang samar-samar dari pulau jawa. Penjabaran unsur lokalitas yang sangat kental dan rinci manjadi mudah dipahami. Bagaiamana penulis menjelaskan tentang pulau-pulau tak berpenghuni di sekitar Karimunjawa yang sekarang dijadikan sebagai objek wisata dan juga beberapa mitos atau asal-usul nama di daerah sana, pulau Gosong.
Sebuah luka da…

Dan, Izinkan Aku Melupakanmu

Image
Sebenarnya benar kata orang, cinta memiliki artian yang luas. Bila beberapa orang memandangnya sempit, itu bukan salah cinta. Melainkan penafsiran sempit dari cinta itu sendiri. Cinta dan luka, mau tak mau itu adalah sebuah kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Layaknya gelap dan terang. Kita tak akan mengetahui terang bila tak pernah berada di posisi gelap. Dan aku, merasakan luka setelah mengalami beberapa kali cinta.
“Aku mencintainya,” jujurku. Entah sudah keberapa kalinya aku berkata seperti itu pada Tia. Nyatanya, lidahku seakan tak pernah bosan mengucapkan hal tersebut. Seperti sebuah mantera yang sudah terapal di luar kepala.
“Tapi dia tidak mencintaimu.” Tia seakan menjatuhkanku dari ketinggian tak terbatas. Mengembalikan semuanya pada fakta bahwa perasaanku hanya aku yang merasakan. Tak terbalas. Aku menggeleng pelan. Merasa miris pada hidupku yang sekarang.
“Cobalah kamu melupakannya,” saran Tia yang sudah keberapa kalinya pada hari ini, bahkan pada hari sebelumnya juga begitu.
A…

Resensi Tanah Seberang

Image
Yani, Just it


doc. Radar Cirebon 2 Desember 2018 
Pengorbanan dan Nasionalisme di Tanah Seberang
Judul : Tanah Seberang Penulis : Kurnia Gusti Sawiji Penerbit : Mojok Jumlah Halaman          : 268 Halaman Terbitan : I, Juli 2018 ISBN : 978-602-1318-68-3 Peresensi                     : Agustin Handayani
Pengorbanan tanpa makna hanyalah sebuah kesia-siaan, namun pengorbanan dengan sebuah makna adalah sebuah tindakan yang heroik. Dalam hidup ini, kita akan selalu dihadapkan pada pilihan. Dan disetiap pilihan itu pulalah selalu ada resiko di dalamnya. Besar kecilnya resiko yang kita dapat, tergantung dari usaha dan pengorbanan masing-masing. Tergantung bagaimana keberanian kita untuk melangkah ke depan. Novel yang berjudul Tanah Seberang ini terbagi menjadi trilogi di dalamnya. Di mana setiap cerita memiliki sebuah pengajaran hidup yang sangat heroik. Trilogi tersebut dibagi dalam beberapa judul yang setiap judul memiliki sekitar 5-8 sub bab. Cerita Pertama: Dunia di Ufuk Barat, Cerita Kedua: Jiwa…

Resensi Sunyi di Dada Sumirah

Image
Doc. Radar Cirebon 9 Desember 2018

Menterjemahkan Kesunyian pada Wanita
Judul                           : Sunyi di Dada Sumirah Penulis                        : Artie Ahmad Penerbit                     : Mojok Terbitan                     : Cetakan Pertama, Agustus 2018 Jumlah halaman        : vii+ 298 Halaman ISBN                            : 978-602-1318-72-0 Peresensi                   : Agustin Handayani
Sunyi di Dada Sumirah adalah sebuah novel yang terbagi menjadi tiga bagian cerita yang saling berkaitan. Tentang Sunyi dan penolakannya pada takdir, Sumirah dengan kelamnya hidup serta Suntini yang mengalami ketidakadilan dalam hidupnya sampai akhir hayat. Tiga perempuan dalam masa yang berbeda harus menjalani takdir dan kesunyian masing-masing sementara ketidakadilan terus mengiring langkah mereka.
Mereka menilai hidupku seolah-olah aku ini makhluk rekaan mereka, bukan ciptaan Tuhan. Mereka menilaiku dari sisi dunia yang terlanjur rusak ini sampai ke akhirat yang konon firdaus dan Kudus…

Kata yang (tak) Sempat Terucap

Image
“Sebenarnya aku memiliki 3 permintaan. Apa kamu bisa mengabulkannya?” Sika diam. Ia masih menatap sahabatnya dalam. Meski begitu, semua orang tahu ada tatapan penuh arti yang coba Sika berikan pada Dika. Dan Biarkan hanya Dika yang tahu arti tatapan tersebut. “Apa permintaan kamu?” tanya Sika. Ia biarkan saja saat tangan kokoh Dika merangkulnya. Mungkin ini akan menjadi rangkulan terakhir mereka. “Pertama, aku ingin kamu bahagia.” “Pasti,” jawab Sika cepat. Ia tersenyum hingga lesung pipi kanannya terlihat yang semakin menambah manis dirinya. “Kedua, aku ingin kamu memiliki keluarga yang kamu sayang, seperti aku yang menyayangimu.” Ucapan ini membuat Dika dan Sika sama-sama terdiam. Ada sebuah luka dan harapan yang muncul bersamaan dalam hati masing-masing. Hidup di sebuah rumah tanpa tahu siapa kedua orang tua masing-masing adalah sebuah kesialan yang tak pernah mereka harapkan. Tidak. Tak seorang pun ingin bertukar posisi dengan mereka. Dika, lelaki yang dua puluh tahun lalu d…