Sekilas tentang Penerbitan

Selamat Malam dan salam sejahtera

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas sedikit tentang penerbitan? Apa kegunaan dari penerbitan sendiri?  Bagaimana sistem kerja dari penerbitan? Dan bagaimana cara kita mencari kevalidalitas dari suatu penerbit?

Oke, jadi kita mulai saja, ya!

Berbicara tentang penerbitan jelas saja sudah tidak asing bagi kita semua. Banyak para penulis baik pemula maupun yang sudah terjun lama dalam literasi seakan berkawan dengan penerbitan serta timnya.


Apa penerbitan itu? 
Menurut KBBI, penerbitan adalah proses atau cara menerbitkan suatu karya. Sedangkan penerbitan yang kita kenal adalah 'dapur naskah' di mana naskah mentah kita diolah hingga bisa turun ke pemasaran.

Bagaimana suatu penerbitan bekerja hingga 'memasak' naskah penulis?

Sebelumnya kita harus mengenal dulu beberapa bagian dari penerbitan tersebut.
1. Penulis. Tanpa penulis, naskah tidak akan pernah ada. Yang artinya tidak akan ada bahan mentah untuk dioleh menjadi bahan matang. Penulis di sini bertujuan untuk menulis hingga menghasilkan karya yang akan siap naik ke 'dapur naskah'.

2. Editor. Seperti namanya, editor adalah seseorang yang memiliki keahlian untuk mengedit naskah agar naskah tersebut tidak 'luka/tergore'. Naskah yang mengalami cidera baik di typo, PEUBI/EBI adalah naskah yang luka menurut pembaca. Secara tidak langsung naskah tersebut akan kehilangan unsur nilai estetikanya. Apa yang harus dikuasai oleh seorang editor? Selain menguasai EBI/PEUBI, editor juga harus bisa mempercantik kalimat agar mudah masuk ke dalam pemahaman pembaca. Selebihnya, editor akan melakukan keahliannya sendiri.

3. layouter. Seorang yang memiliki keahlian layout, adalah orang yang sangat laku di pasaran. Kenapa? Karena tidak semua orang bisa menguasai layout. Beberapa keahlian layout bahkan didukung dengan editing. Seorang layoter selain memperindah tata letak naskah, dia juga harus memiliki nilai estetika yang tinggi terhadap penangkapan isi cerita hingga ilustrasi yang mendukungnya. Itulah mengapa kita menganggap layoter sebagai 'jantung dapur'. Karena beberapa layoter juga bisa merangkap editor dan desain grafis dalam pembuatan ilustrasi naskah.

4. Percetakan. Naskah bisa masuk ke dalam percetakan bila sudah diolah oleh layouter. Bisa dibilang percetakan adalah proses akhir dari naskah sebelum masuk ke pemasaran.

5. Marketing dan distributor. Kedua tim ini sangat membantu dalam hal penyebaran karya penulis ke pembaca. Meski di zaman ini, pembaca harus bisa menjadi marketing dan distributor bagi karyanya sendiri. Karena apa? Tidak dapat dipungkiri bahwa penerbitan lebih mencari penulis dengan follower banyak atau bahkan yang sudah memiliki 'branding' di masyarakat agar karyanya bisa laku di pasaran. Karena penerbitan tetap saja memerlukan sistem marketing yang dapat membantu bisnisnya. Bila penulis tersebut sudah cukup dikenal oleh banyak orang, tidak dapat dipungkiri bahwa nantinya penerbitan akan mengincarnya dan melamar naskahnya.

Setelah kita mengetahui tim-tim di dapur naskah, sekarang giliran kita membedakan macam-macam penerbitan.

1. Penerbit Mayor. Kelebihan yang dimiliki oleh penerbit ini adalah naskah kita yang akan terpampang di toko buku nasional seperti Gramedia. Dengan kelebihan tersebut, jelaslah penerbit mayor tidak akan asal-asalan mengambil naskahnya. Mereka akan melalukan seleksi yang ketat dan juga revisi besar-besaran. Meski sebenarnya beberapa penerbit mayor juga membuka jalur penerbit indie untuk penulis yang ingin menerbitkan naskahnya. Bagaimana dengan penerbit indie itu sendiri?
Contoh penerbit mayor yang kita kenal adalah Gramedia, Mizan, Grasindo, Diva, dll

2. Penerbit indie. Penerbitan indie ini lebih dikenal dengan sistem berbayar di mana penulis mengharuskan membayar biaya administrasi untuk mendapatkan pelayanan dari 'dapur naskah' itu sendiri. Berapa biaya minimal penerbit? Bervariasi. Beberapa penerbit indie akan mematok harga kecil karena baru lahir, sedangkan beberapa lagi akan mematok harga fantastis karena mereka percaya diri pada kualitas dapur mereka. Contoh beberapa penerbit indie, yaitu : Inthisar Publishing, Halaman Yuan, Ajrie Publishing, Sintesa Publishing, AE Publishing, Wijaya Publishing, AT Press dengan cabangnya yang sudah lumayan.

3. Self Publishing. Seperti namanya, self publishing adalah penerbitan di mana penulis yang bekerja di dapur naskahnya sendiri. Penulis menjadi seorang editor, layoter, bahkan marketing sendiri. Sedangkan penerbit hanya akan memberi ISBN dan mencetak sesuai permintaan.

Bagaimana cara kita mengetahui kevalidalitas dari suatu penerbit mengingat masih banyak kecurangan yang dilakukan oleh oknum dengan mengakui sebagai penerbit dan membawa kabur naskah penulis. Kita hanya perlu masuk ke dalam web Perpusnas dan mencari nama penerbit tersebut atau mitra penerbit tersebut apabila dalam prises ISBN nya melalukan kerja sama dengan penerbit lain.

Sementara itu yang kita bahas untuk materi penerbitan kali ini. Semoga teman-teman penulis dapat memahami materi kali ini. Terima kasih



Probolinggo, 16 11 2018

Comments

Popular posts from this blog

Resensi Gustira

Resensi Novel 'Love In Twilight'

Resensi Sunyi di Dada Sumirah