Posts

Showing posts from August, 2018

Gugur Kamboja

Image
Yani, Just it
Gbur... Gbur... Gbur...
Bumi lagi-lagi tergores. Tepat saat sang Baskara di atas kepala, semua pening. Hati terasa sekali goresan ilahi. "Besok... Besok... Besok..." rapalku dengan guyuran tangis di samping kamboja. Merapalkan kata yang entah bermakna apa. Aku menatap lagi ke arah sang rembulan. Diam, tenang dengan seulas senyum. "Mandikan, wudhukan, dan pakaikan dia kerudung!" titah seorang Ustadzah tepat di belakangku. Lagi lagi aku membatu. Aku percaya hidup. Ada perkenalan dan perpisahan. Ada lahir, hidup, dan akhirnya kembali pada-Nya. Namun, rasa ikhlas kadang memerlukan usaha. Menerima takdir tanpa tangis adalah usaha yang aku coba. "Dekatkan saja dengan adek," pinta Paman yang terlihat tabah di luar. Sepintas memang dia terlihat baik-baik saja. Bahkan tersenyum saat para tamu menyapa. Akan tetapi, aku masih bisa melihat sisa-sisa genangan air mata di pelupuknya. Aku masih mematung. Di pojok rumah dekat gerbang, ada Kakak. Menyapa tamu dengan…

Kue-Kue Kasih Sayang

Image
Foto By. Group KSN
Yani, Just it
Tepat hari ini keluarga KSN sedang sibuk di dapur Hayday. Nenek Sutianah yang memeras susu sapi, Fitri Niswani yang memanen gandum, Yuanda Isha sedang mengambil beberapa telur di peternakan. Sedangkan Ellis dan Jumhari bertugas menghitung pengeluaran belanja semalam. Semua orang hilir mudik untuk menyiapkan pesta besar hari ini. Sedangkan aku? Aku berada di depan kompor dan bertugas membuat masakan pembuka.
"Nduk, kamu buat apa?" Aku terperanjat. Hampir saja aku melempar piring tepat ke wajah orang tersebut. Tanpa hujan dan angin, kak Fitri sudah berada di belakangku sembari memperhatikan isi wajan.
"Aku buat nasi goreng, kak," jawabku mantap.
Tampak Kak Fitri yang memandang ngeri pada 'nasi goreng'  buatanku.
"Kamu yakin ini nasi goreng?" tanyanya yang langsung aku angguki dengan cepat.
Tampak Kak Fitri menghela napas pelan, "baiklah. Berdoa saja Kakek Jon nggak akan keracunan setelah makan nasi gorengmu."
Aku me…

Kisah Keluarga Angsa

Image
Yani, Just it
Pada zaman dahulu, hiduplah segerombolan angsa yang mengatasnamakan mereka sebagai 'keluarga'. Susah senang, hujan badai mereka akan lalu bersama. Terbang ke sana ke mari bersama dan memenuhi sungai 'surga' di dekat Gunung Bromo.
Banyak hewan yang memandang iri pada mereka, terutama angsa-angsa hitam. Sekawanan angsa hitam itu pun mulai mencari cara untuk memisahkan keluarga angsa putih. Mereka mulai membuat cerita-cerita palsu, mangadu domba agar angsa-angsa putih tadi terpecah belah.
"Saya tidak percaya jika keluarga saya seperti itu!" Bantah tegas Angsa E, angsa paling kecil di gerombolan tersebut.
"Mereka ingin menyingkirkan Angsa C karena Angsa C sering berbuat salah," ucap salah satu Angsa hitam saat melihat angsa C sendirian mencari makan.
"Tidak mungkin." Angsa C rupanya juga sangat sulit untuk diadu domba.
Begitupun dengan Angsa A, B, dan D. Mereka tidak ada yang percaya dengan ucapan pihak lain kecuali keluarganya sendiri…