Posts

Showing posts from July, 2018

Resensi Museum Anomali

Image
Foto. by Jabbar Abdullah
Radar Mojokerto

Memanfaatkan Hidup dengan Anomali Waktu   

Judul Buku : Anomali Hati Penulis : Lubis Grafura Penerbit : Mojok Tebal : 175 Halaman ISBN : 978-602-1318-67-6 Cetakan : Pertama, Mei 2018 Peresensi : Agustin Handayani

Berbicara tentang waktu, selalu ada rahasia besar di dalamnya. Sepeti itulah yang kiranya dijabarkan dalam novel yang berjudul, ‘Anomali Hati’ ini. Berbicara dengan Anomali mungkin beberapa orang akan bertanya apa itu anomali? Menurut Kamus Besar Bahas Indonesia (KBBI) anomali diartikan dengan penyimpangan dari yang sudah ada. Sedangkan bila kita mendengar kata ‘Hati’, jelaslah mengenai sebuah perasaan yang dimiliki oleh semua insan manusia. Lantas apa hubungan antara Anomali dan Hati dalam karya ini? Inilah pemikiran awal yang akan biasa kita pikirkan sebelum berlajut membaca isinya. Lubis Grafura, penulis kelahiran Kediri 1984 akan membawa kita semua untuk menyelami karyanya dengan santai namun juga serius.
“Ada peluang besar, tapi di sana ju…

Pangeran Monyet

Image
Yani, Just it



Mungkin sedikit banyak orang-orang telah tahu kisah Pangeran Kodok. Siang ini, saya ingin mengisahkan Pangeran Monyet.
Pangeran Monyet dulunya adalah pangeran yang tampan, gagah dan menjadi idaman Para Puteri. Akan tetapi, Pangeran memiliki sifat buruk, yaitu pelit. Ia tak mau berbagi pada sesama bahkan adiknya sendiri.
Hingga suatu hari, Pangeran bertemu seorang nenek tua yang ringkih. Nenek itu terlihat sangat kelaparan. Sedangkan Pangeran terlihat acuh sambil terus makan apel ditangannya.
"Percuma wajahmu rupawan bila akhlakmu rendahan. Kau akan menjadi monyet hingga kau bisa melakukan kebaikan!" kutuk Nenek tersebut.
Pangeran berteriak tak terima, hingga tiba-tiba badannya mengecil dan suaranya berubah ....
"Uuaak uu aak,"
Pangeran sedih. Meskipun begitu ia tetap pelit dan enggan berbagi pisang dan buah dengan temannya.
Hingga suatu hari, seorang Puteri bernama Ell tengah duduk termenung di taman rumahnya. Di taman tersebut tengah tumbuh pohon man…

Kami Muslim dan Kami Bukan Teroris.

Image
Yani, Just it



Seperti kebanyak muda-mudi di malam minggu. Sore ini, aku menyempatkan diri menikmati indahnya pemandangan taman kota. Duduk santai dengan sebungkus batagor dan segelas cokelat. Aku memandang bagaimana air mancur terus keluar dari mulut sang Angsa. Bila aku menoleh sedikit saja, sebelah kanan terdapat sepasang kekasih yang dimabuk cinta. Aku mendecih, sebenarnya ada iri dalam hati. Terbersit dalam hati untuk membawa kekasihku nanti, sayangnya belum ada orang yang bisa aku panggil kekasih.
Sedang khusyuknya dengan batagor yang aku makan, tiba-tiba dari arah selatan seorang pemuda bercelana cingkrang berlari ke arahku.
"ALLAHHU AKBAR!!!" teriaknya sambil melempar sebuah benda yang menyerupai Bom rakitan ke kakiku.
Aku melompat kaget. Terhenyak sendiri dengan banyak umpatan yang aku keluarkan. Apakah ini saatnya aku menjadi puing-puing tanpa bekas?
Dengan segala umpatan itu, aku berlari menjauh. Sedangkan lelaki celana cingkrang itu pun berlari ke arah pepohonan b…

Puisi Lama

Yani, Just it


EGOKU
Yani
Sempat kita berbincang saat mentari malu-malu di ufuk barat. Mengintip dengan mesra tak kala kita terfokus pada titik pembahasan.
"Aku adalah perempuan teregois, kak!" Seruku padamu.
Aku ingin menciptakan sebuah pertengkaran kecil yang ku pantik dari ujung senyummu. Namun semua tahu, kau cukup dewasa 'tuk tersulut.
Aku ingin merangkai hati dari awan-awan mendung yang dijauhi para burung jantan. Kau menolak. Menyuruhku membangun hati dengan aurora-aurora yang indah. Berharga, tak semua orang dapat menyentuh. Aku tergelak dengan kencang. Menggeleng kepala bukti menolak.
"Tidak, Kak. Aku tidak mau menjadi hal yang indah. Karena aku buruk. Egoku menjadikannya buruk," ungkapku.
Kali ini kita terdiam. Saling mengecup perbedaan yang terbentang. Egoku dan egomu, sama. Melucuti ego masing-masing pun kita enggan. Ego layaknya sarung yang terpakai saat kita di Gunung Bromo. Penghangat kala dingin.
Sedangkan cinta, hanya terucap di atas ranjang.…