Posts

Showing posts from June, 2018

Resensi Negeri yang Dilanda Huru Hara

Image
Foto by. Jabbar Abdullah Selasar, 17 Juni 2018 || Radar Mojokerto
Refleksi Negeri dalam Sebuah Novel


 Judul : Negeri yang Dilanda Huru-Hara
Penulis : Ken Hanggara
Penerbit : BasaBasi
Terbitan : Cetakan Pertama, Maret 2018
Jumlah Hal. : 260 Halaman
ISBN : 978-602-6651-22-8
Peresensi : Agustin Handayani

Semua karya jelas memiliki daya tarik sendiri di mata pembaca. Memiliki gaya sendiri dimana penulis berusaha menampikan hal-hal yang unik dan baru dalam keryanya. Si Pabrik Cerita, seperti itulah pembaca menjuluki seorang penulis bernama Ken Hanggara ini. Bukan tanpa alasan mengapa seorang Ken bisa mendapatkan julukan seperti ini. Lelaki kelahiran 1991 ini sudah menjajal banyak sekali dunia literasi,  baik itu cerpen, esai, puisi, novel, resensi bahkan scenario FTV.

Dalam novel Negeri yang Dilanda Huru-Hara ini, Ken Hanggara seakan mengantarkan kita pada sebuah kisah negeri yang disebut dengan Negeri Fiktif Belaka. Negeri yang memiliki nilai sejarah lengkap dengan kejayaan bahkan kemundu…

Cerita Ujung Pisah

Yani, Just it


Lelaki itu diam. Tatapannya kosong. Tak ada emosi di sana.

"Aku nggak suka kamu jadi penulis. Ka---"

"Menulis adalah duniaku," potongku cepat.

Perdebatan ini selalu terulang. Bukan hanya topik aku yang ingin menjadi penulis atau aku yang suka menulis. Kesibukanku yang lain juga didebat olehnya.

"Untuk apa kamu menulis?" Lelaki itu masih saja bertanya dengan nada mencemoohnya.

Aku terbakar. Hatiku terasa diremas kuat-kuat. Menulis adalah hidupku. Saat aku sepi, menulis adalah caraku meramaikan hati. Menenangkan kegalauan saat dia pergi entah kemana.

Sekarang dia meminta aku berhenti? Aku mendecih pelan. Apakah dia bisa mengganti waktu kemarin saat dia pergi? Apakah dia bisa setia seperti pena pada kertas-kertas putih. Dia hanya datang layaknya angin musiman. Sekali dalam setahun. Meninggalkan rindu dan janji yang kadang teringkari.

"Aku akan berhenti menulis saat jiwa dan ragaku terpisah. Hanya itulah waktu dimana aku akan berhenti menul…

Prosa Menunggu dan Rahasia Rahasia Paling Rahasia

Image
Yani, Just it
Menunggu

 Hatiku masih sama. Menghitung bait per bait puisi yang kau tinggalkan. Menggenggam janji dan rindu 'tuk dituntaskan. Menimbun segala rasa yang kupupuk semakin subur. Cinta itu masih ada. Di lipatan hatiku yang paling dalam ; namamu merajai.
 Ragaku masih dingin tak terhangatkan. Semilir angin malam semakin mendinginkan tubuh tanpa peluk hangatmu. Waktu tak pernah berhenti. Tidak sedetikpun. Hingga dingin berhasil bekukan sgalanya ; hati dan raga.
 Semua masih sama. Andai kau kembali, aku masih menunggumu. Tapi, entah dengan hatimu. Masihkah untukku?
Probolinggo, 15 Juni 2018

Rahasia-Rahasia Paling Rahasia


Bila aku jujur akan rasa rahasia, bisakah kau lucuti juga rahasiamu? Tentang cinta, rindu, cemburu, marah dan emosi lainnya, apakah rahasiamu? 
Kemerlap bintang simpan rahasia malammu kala itu. Kala kau dengan rahasia mulai susun rahasia antar kita. Rahasia akan jarak yang semakin panjang. Apakah rahasiamu?
Sedang aku simpan rahasia. Tentang marah dan kece…

Prosa dan Puisi Idul Fitri

Image
Yani, Just it


Prosa Singkat Lebaran dan Kemenangan
Esok, kala malam takbir kau dengar dari masjid dekat rumahmu. Cepat-cepatlah kau sujud syukur. Merasakan letupan kebahagiaan kala malam kemenangan dapat kau genggam lagi. Tuntas puasamu di bulan suci Ramadhan. Waktu bersenang-senang memerdekakan diri dengan amalan ibadah zakat. Kau kembali fitrah, seperti itulah janji Allah SWT setelah umat muslim berpuasa dan berzakat fitrah. Suci diri setelah dosa-dosa kemarin kau gunungkan.
Akan tetapi, fitrahmu tak akan genap bila sampingmu masih mendendam luka yang teramat sangat. Maka saling bermaaf-maaflah kalian. Melebur segala dosa antar umat muslim. Esoknya, pereratlah tali persaudaraan menjadi lebih dekat. Jaga lisan dan sikap, karena sakit hati sahabatmu adalah sumber dosa yang sulit kau hilangkan.
Kemenangan ini memang hanya akan datang sekali dalam setahun. Itu pun setelah kita diuji menahan segala napsu. Mendekatkan diri kepada sang Ilahi agar kita sadar bahwa kita hanya debu tanpa arti bi…

Kiat-Kiat Sukses saat Semua Masih Terdiam

Image
Yani, Just it



Judul : Mencuri Start Penulis : Sridaningsih, S.Pd Penerbit : Embrio Publisher Cetakan : Cetakan 2, Maret 2018 Halaman : viii+167 halaman ISBN : 978-602-51180-7-4 Peresensi : Agustin Handayani
Sebuah tulisan yang bagus dan bernilai adalah tulisan-tulisan yang melalui riset terlebih dahulu, baik lewat membaca beberapa sumber buku atau pengalaman pribadi. Penulis yang bernama Sridaningsih mencoba meracik semua risetnya menjadi sebuah karyanya yang sangat apik dan bermanfaat. Menjelaskan dari awal hingga nantinya akan dialurkan kesebuah usaha dan kiat untuk meraih kesuksesan dalam hidup utamanya menjadikan anak sebagai bintang.
Cerita dalam karya ini seperti dibagi kedalam empat babak. Pertama, kita sebagai pembaca akan dibawa pada sebuah cerita seorang perempuan yang bertokoh ‘aku’ dalam menjalani hidupnya yang serba tidak sempurna. Meski sebenarnya, kita paham bahwa tidak ada makluk yang sempurna di dunia ini karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Akan tetapi, tokoh perempuan …

Bersama Cinta dan Rahasia dalam Persahabatan

Image
Yani, Just it




Judul : Laka-Laka Rasa Penulis : Zachira Indah Penerbit :Universal Nikko Tahun Terbit : Cet. Pertama November 2017 Halaman : Xii+ 270 hal. ISBN : 978-602-9458-23-7 Peresensi : Agustin Handayani
Membaca sebuah novel dengan teman persahabatan memiliki sebuah magnet tersendiri bagi pembaca. Apalagi bila di dalamnya terdapat sebuah kisah percintaan yang disajikan dengan sangat apik. Kebanyakan pembaca akan menebak alur dari sebuah persahabatan hanya itu-itu melulu dan memiliki ending yang bisa ditebak dengan mudah oleh semua orang. Hanya saja, bila penulis menyajikan seuatu yang sangat berbeda, pembaca jelas akan langsung jatuh cinta pada cerita tersebut. seperti itulah mungkin yang sedang disajikan oleh Zachira Indah. Penulis yang berdomisili Tegal ini mencoba meramu antara cinta, persahabatan, rahasia, sosial, dan juga lokalitas dalam novel yang berjudul Laka-Laka Rasa (Cinta dan Rahasia).
Menceritakan sebuah novel lokalitas jelas memiliki sebuah kebanggan sendiri bagi penulis. Men…

Kesedihan Tokoh 'Ia'

Image
Yani, Just it





Semua yang ada di Bumi maupun langit adalah milik Allah SWT. Baik itu angin, makhluk hidup dan harta yang sedang kita miliki hari ini. Percayalah bahwa semua yang sedang kamu miliki sekarang adalah titipan yang bersifat sementara. Lantas, mengapa kau merasa kehilangan saat titipan tersebut diambil kembali?
Wacana di atas terus terbaca berulang kali. Merapalkannya ibarat sebuah mantera yang dapat merubah kehidupan. Ikhlas ikhlas dan ilkhlas. Bibirnya terus mengeja tiada henti. Setitik air mata itu bahkan ikut melaju turun sebagai jawaban mantera tersebut.
Ia membalik badannya. Menatap lampu yang semakin meredup lantaran lama dipakai. Warnanya tak putih, agak sedikit jingga. Pantulan cahaya yang mengenai wajahnya, membuat saraf-sarafnya kembali menegang. Mengingat dengan sangat jelas bahwa ia baru saja kehilangan.
Bodoh.
Umpatnya berkali-kali saat ia sadar dengan semua sikapnya. Ia kelewat bodoh dan gegabah untuk bertindak. Seharusnya ia menjaga apa-apa yang ada di samping…

Pasang Surut Layaknya Ombak Bulan Juni

Image
Yani, Just it


Hidup itu terus dijalani dari hari senin hingga ahad, dari pukul satu hingga kembali lagi ke satu. Selalu seperti itu. Berotasi mengelilingi hal yang sama. Mungkin bila mau diandaikan seperti itulah kami. Rotasi sebuah hubungan yang kami jalani tanpa lelah. Inginnya adalah menelusuri hidup seperti air yang mengalir pasrah. Bertubrukan dengan bebatuan besar, jatuh dari ketinggian beratus meter, hingga kembali lagi ke tempat semula. Bukankah air tak mungkin kembali tanpa melewati segala rintangan? Tidak mungkin ia berbelok semaunya sendiri.
Sebenarnya aku tak mau menulis. Otakku terasa buntu hanya untuk membuat alur tentang kami. Seperti saat aku membuat kuah sop tanpa garam dan bumbu lainnya, hambar. Itulah yang aku takutkan. Membuat sebuah alur tanpa makna dan tak dapat diterima oleh semua orang yang mungkin secara tidak sengaja menengok cerita ini. Akan tetapi, bukankah aku adalah makhluk yang paling egois? Aku tak peduli –meski sebenarnya agak sedikit takut. Aku hanya ak…