Posts

Showing posts from May, 2018

Ibadahku hanya Untuk-Mu, Ya Rabb

Image
Yani, Just it


"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rizki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi makan kepada-Ku. Sesungguhnya Allah Dia-lah Maha Pemberi rizki Yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.” [Adz-Dzaariyaat: 56-58]
Dalam surah tersebut, telah ditegaskan bahwa Allah SWT tidak menciptakan makhluknya selain untuk menyembah kepada-Nya. Mendekatkan diri pada siapa yang menciptakannya.
Bagaimana cari kita mendekatkan diri kepada Allah SWT? Beribadah. Jelas kita harus beribadah agar kita bisa lebih dekat dengan siapa pencipta kita.
Menurut bahasa, Ibadah adalah tunduk, berserah diri. Sedangkan menurut terminologi, ibadah adalah taat kepada perintah Allah dengan menjalankan segala perintah-Nya.
Apa-apa saja perintah Allah SWT tersebut? Semua telah dijelaskan di Al-Quran. Bahkan saat kita menempuh pendidikan di TPQ atau madrasah, kita telah diberi pengetahuan apa-apa saja …

Monolog Sepi dan Pergi

Image
Yani, Just it


Karya. Yani
Malam terakhir bulan Mei. Itu yang sedang aku catat dalam sebuah kertas yang kuhias cinta. Apakah aku sedang jatuh cinta? Tidak. Nyatanya aku tak berteman baik dengan rasa-rasa merah jambu itu. Terlalu bermusuhan layaknya kucing dan anjing.
Hanya saja, malam tetaplah malam. Sebentar datang, sebentar pergi. Aku tak pernah mengecewakan malam. Karena dari malam aku mulai belajar. Hitam, tak selalu gelap. Ada Bulan dan Bintang yang menyinari.
"Meski malam tetap akan datang keesokan harinya, mengapa kamu pergi dan enggan kembali?" Bisikku lirih pada angin-angin yang menyapa.
Mereka seakan berkata 'hay' dan 'selamat tinggal' secara bersamaan. Apakah aku marah? Jelas. Hanya saja, aku bisa apa. Tak ada yang bisa aku hentikan. 
Sama halnya dengan dia. Aku mengenalnya pada bulan yang tak genap tiga puluh. Ah, Februari yang basah. Dalam percakapan, aku tahu bahwa dia juga mulai mengenalku. Tak pernah serumit dengan lainnya. Perkenalan itu bagai…

Lagu-Lagu Rasa dan Cinta

Image
Yani, Just it

Judul                           : Lagu Bathinku Penulis                        : Tamariah Penerbit                     : J-Maestro Cetakan                      : 2018 Halaman                     : 140 halaman ISBN                            : 978-602-5782-68-8 Jenis                            : Album Puisi Peresensi                   : Agustin Handayani

Sebuah karya yang apik tak akan jauh dari arti sebuah kerja keras dari penulisnya. Bila ada pepatah berkata, “Keberhasilan adalah nama lain dari kerja keras,” maka album puisi inilah bukti nyatanya. Tamariah, begitulah nama penulis dari ‘Lagu Bathinku’. Seorang wanita yang berprofesi sebagai guru di salah satu Sekolah Negeri. Menjajal dunia literasi pada tahun ini dan mulai giat mengikuti beberapa ajang lomba dan antologi bersama. hingga kini menerbitkan buku albumpuisinya yang tercipta dari seluruh keadaan sunyi, lirih, suka, duka, dan segala macam emosi di dalamnya.

Menghapus bayangmu dalam sepi Menghapus jejakmu dalam bimbang Melu…

Kisah Klasik Malam Sabtu

Image
Yani, Just it



Malam tetap saja gelap. Menghitam dari timur ke barat. Pun dengan selatan hingga ke utara. Mega-mega yang tadi putih, kini turut gelap dan mendung. Suasana yang mencekam dengan jangkrik-jangkrik yang bersautan. Auman singa dan lolongan serigala semakin menghiasi jalan setapak dekat tol ini.


"Bagaimana jika kita pulang saja?" Tawar Jusud yang bulu kuduknya sudah berdiri dengan tegak. Bahkan bulu roma di sekitar lehernya pun semakin memberi kesan merinding tak menentu.


Gagas menolak. Ia semakin mengeratkan jaket kulitnya dan membenarkan sarung yang disampirkan di pundaknya.

"Sudahlah. Bentar lagi kita akan masuk ke pemakaman," ujar Gagas semakin semangat berjalan ke barat. Tepat pintu pemakaman berada.

Seharusnya mereka datang saat malam jumat kliwon. Hanya saja, malam jumat kliwon sangat serem dan menakutkan. Mental mereka tak akan sanggup bila harus meniti jalanan sepi tanpa seorangpun.

"Kamu yakin mau mengambilnya?" Jusud bertanya lagi. Mer…

Kegelisahan Tengah Malam

Image
Yani, Just it


Ini masih tengah malam saat aku mulai terbangun dengan suara grasuk-grusuk di lemari. Suara plastik yang seakan di cakar, kerdus yang digigit bahkan suara kertas yang ditarik paksa oleh tikus-tikus kecil. Aku jengah. Membalik badan ke kanan, suara itu masih ada. Telentang, telungkup, suara itu masih saja nyaring di telinga. Mungkin karena jarak lemari dan tempat tidur hanya setengah meter.
Aku menyerah. Kali ini aku memilih bangun dan mengumpulkan ceceran kesadaran. Meliarkan pandangan kesegala penjuru ruangan ini, aku baru ingat bahwa sejak kemarin aku belum menghidupkan ponselku sama sekali. Segera saja aku mencari ponsel tersebut dan mendapati baterainya masih separuh. Aku bersyukur namun miris juga bersamaan. Tak ada tanda-tanda pesan masuk dari siapapun, terutama dia. Dia seakan lenyap tanpa kabar. Seyogyanya aku memang mengakhiri saja semua kesemuan ini. Karena tanpa sadar, di sini aku lagi yang mulai bermain hati. Sedangkan dia, masih berdiri di tempatnya bahkan men…

Negeri Ramadhan

Image
Yani, Just it





Pada zaman dahulu, tepatnya beberapa tahun setelah Hijriyah, berdirilah sebuah Negeri yang bernama Negeri Ramadhan. Negeri yang sangat subur dan makmur pada masa itu. Seorang Raja yang arif dan bijaksana memerintah dengan sangat tegas. Semua peraturan harus ditaati dan bila ada salah satu rakyat yang ingkar, maka akan dihukum mati.
Dari semua peraturan itu, Negeri ini mewajibkan semua rakyatnya untuk berpuasa di bulan suci Ramadhan. Bagi siapapun itu, Negeri ini sangat mengagungkan bulan Ramadhan dan segala kegiatan pada bulan suci ini. Bagi anak-anak yang belum balig namun berusia di atas 4 tahun harus dididik belajar puasa setengah hari. Sedangkan bagi anak-anak yang sudah baligh dan dewasa wajib puasa kecuali beberapa alasan yang telah diajarkan islam.
Di sebuah kota bernama Kota Suro, kota terpencil dan di sudut Negeri, seorang anak berusia sepuluh tahun mengeluh pada orang tuanya. Ia protes pada sang Ibu yang memaksanya untuk puasa sampai magrib sedangkan dalam aturan …

Seputar Menulis dan Penulis

Image
Yani, Just it


Beberapa waktu terakhir ini, kesibukan saya berubah. Dari menulis novel/cerpen menjadi peresensi sebuah buku karya teman-teman penulis. Jelas ini adalah suatu kehormatan bagi saya karena bisa secara langsung menikmati karya teman-teman seperjuangan. Dari beberapa teman dengan bermacam-macam penulis, mulai dari Indie, Mayor atau self publishing ini, saya belajar banyak sekali ilmu yang akan saya bagikan kepada seluruh teman-teman yang membaca artikel kali ini.
Niat yang Menggebu-gebu akan mudah surut bila salah takaran.
Kenapa bisa? Jadi begini ceritanya. Saya pernah memiliki seorang teman yang masih giat-giatnya menulis. Sangat giat malah menurut saya. Saat dia terlalu berambisi menulis dan menerbitkan bukunya, dia ingin ambil jalur cepat. Dia memakai jalur indie agar bisa cepat-cepat memiliki karya yang sudah dibukukan. Apakah itu salah? Jelas tidak. Hanya saja niat dari awal yang salah. Dari niat yang salah tersebut, mereka tidak bisa menakar mana yang untuk mental dan m…

Monolog Rindu

Image
Yani, Just it




Sebenarnya aku yakin, di luar sana kamu hanya diam dan tak beraksi apapun. Hanya menandaskan kopi yang entah sudah gelas keberapa. Mungkin juga, kamu tengah menghisap beberapa putung rokok yang kamu beli di warung Mpok Jum. Warung yang letaknya di pojok kompleks dekat rumahmu. Atau, kau sedang melakukan hal lain yang sebenarnya tidak aku ketahui. Percayalah, apapun itu, aku yakin kau pasti sedang bersantai. Keadaan berbalik padaku. Aku masih duduk di kamar dengan sebuah laptop di pangkuanku. Mengetik beberapa kata yang indah, tapi selalu gagal. Sesekali, aku akan beralih pada benda kotak pipihku. Mengeja beberapa kata yang mucul di layar, membalasnya dan berpaling pada laptop lagi. Mencoba focus dan aku gagal lagi. Bibirku terkedut samar. Malam ini aku berdialog dengan kamu. Tak bertatap sebenarnya, hanya melalui jaringan yang mengudara hingga bisa saling terhubung. Bahkan aku tak akan bisa menatapmu dengan mata bulatku, dan juga tak bisa memeluk erat ragamu. Tapi, ternyat…

Hakikat Melepaskan Cinta

Image
Yani, Just it

Judul : Marry Miss Phobia Penulis : Jae Kho Penerbit : Loka Media Halaman : 346 Halaman Terbitan : Cetakan Pertama, April 2017 ISBN : 978-602-60841-2-5 Peresensi : Agustin Handayani
Novel yang berjudul ‘Marry Miss Phobia’ ini adalah novel yang menjadi juara kedua dalam event Menulis Novel Tema Phobia yang diadakan oleh salah satu penerbit, yaitu Loka Media. Sebenarnya tidak kaget bila novel karya Jae Kho ini bisa menduduki posisi kedua dalam event tersebut. pembawaan alur dan pendeskripsian setiap adegan sangat detail dan membuat pembaca seakan larut dalam ceritanya.
Dalam novel ini, Jae Kho serasa menjadi Tuhan bagi semua tokoh-tokoh yang sudah ia rangkai dengan takdir sedemikian rupa. Bercerita tentang kisah phobia yang dialami oleh Kaneko Sora. Perempuan yang phobia pada pernikahan lantaran sering melihat pertengkaran kedua orang tuanya. Belum sampai di situ, sang Kakak yang memilih bunuh diri lantaran ditinggal oleh kekasihnya sehari sebelum pernikahan. Semua masala…

Dakwah dalam Pena

Image
Yani, Just it





“Kamu tahu tulisan seperti apa yang bermanfaat itu?” tanya Popo saat kami tengah duduk sambil merapikan beberapa buku dalam rak. Rak yang baru kami beli kemarin sudah hampir penuh dengan buku-buku baru yang kami beli di bazar atau toko-toko buku terdekat. Aku menggeleng sebagai jawaban dari Popo. Masih sibuk memilah beberapa buku yang belum disampul. Niatnya nanti setelah semua beres, buku-buku yang tak bersampul harus segera dirapikan. Popo tampak mengambil beberapa buku dari samping kananya. Buku dari penulis Asma Nadia yang baru saja kami borong dari toko buku. Sebenarnya aku tak berniat membeli buku tersebut, hanya saja Popo tetap bersikeras ingin membeli buku tersebut untuk ia baca kala senggang. “Seperti ini.” Popo membuka plastic segelnya. Membuka beberapa halaman dan membaca sesaat. “Buku yang bermanfaat adalah buku yang memiliki banyak pesan. Memiliki kandungan dakwah dimana pembaca memperoleh pengetahuan dan ilmu yang bermanfaat,” lanjutnya. Aku mengernyit heran. Men…

Monolog Patah Hati

Image
Agustin Handayani
Aku terduduk dengan kaki yang kutekuk. Memeluk erat badan yang sedari tadi terisak pelan. Rusuk-rusuk yang seakan menyesakkan dada. Otakku terasa pening lantaran terkuras. Aku menatap nanar pada benda-benda yang telah hancur berserakan. Vas bunga, lembaran buku yang tercecer di lantai, pun dengan kursi dan meja yang telah lupa asalnya. Semua menjadi lampiasan amarahku. Aku mengutuk dan mengumpat bergantian. Merutuki kebodohanku selama ini. Kenapa Tuhan sangat tega membiarkan aku hilang akal dan malah andalkan rasa. Membekukan segala cerdasku dan cairkan segala cinta yang telah lama aku simpan. “Tuhan! Aku mencintainya!!!” teriakan yang entah sudah berapa kali aku lontarkan. Mencoba meluapkan segala pernyataan-pernyataan yang bersarang dan mendesak keluar. Lelaki bermata sipit dengan kaca mata yang membingkainya. Wajahnya terpahat sempurna dengan lesung pipinya. Manis saat ia tersenyum. Coba saja dia melirikku sedetik saja, maka kakiku seakan lumer seperti cokelat-cokelat…

Bersama Perempuan dan Takdirnya

Image
(Terbit di radar mojokerto, 6 Mei 2018)

Judul : Perempuan yang Memesan Takdir
Jenis : Kumpulan Prosa
Penulis         : W Sanavero
Penerbit : Mojok
Cetakan : Pertama, Februari 2018
Tebal: VI+102 Halaman
ISBN : 978-602-1318-65-2
Peresensi : Agustin Handayani


Berbicara tentang perempuan memang sebuah hal yang menarik. Makhluk dengan sejuta cinta yang mengemban makna. Memerankan sejuta karakter sekaligus penyeimbang bagi kaum lelaki. Di tangannya tergenggam berbagai pilihan, antara dicintai atau mencintai, menyerah atau bertahan, lemah atau kuat. Semua pilihan itu seperti melekat bagai hukum alam. Sedangkan kita tahu bahwa manusia sangat dekat dengan takdir. Sebenarnya apa itu takdir? Apakah perempuan mengalami salah satu dari pilihan-pilihan takdir? Ketika emansipasi dijunjung tinggi sebagai langkah pembebasan rantau marginalisasi, tetap saja ada beberapa pihak yang belum menyukai persamaan derajat antara perempuan dan lelaki. Hingga kita tahu, seperti apa takdir yang melekat pada para …