Selasa

Ombak
:tepian laut Asa

Bagaikan ombak yang menderu
Menubruk batuan dengan sangat kasar
Bising-bising yang mulai memekin telinga
Menggigilkan tubuh dengan hembusan asa


Cinta yang Hilang
:Kekasih Pecundang

Dia pecundang dalam rasa
menari dalam benak lantas hilang
kecup, peluk pun bahkan hambar
ia genggam benang merah lantas putuskan
bersua dengan melodi-melodi bangsat yang sangat manis
beralibi baik dan tak ingin bersama
hilang bagaikan buih pada renjana


Puisi tak Berjudul
:Pada bait tak bertuan

Bait-bait tak bertuan
menari dalam angan yang melambung
hilan terhempas pada asa yang kuat
imaji-imaji yang merembes pada tampias hujan
hilang hingga semua menghilang




Comments

Popular posts from this blog

Resensi Gustira

Resensi Novel 'Love In Twilight'

Resensi Sunyi di Dada Sumirah