Posts

Showing posts from February, 2018

Magic dalam Antologi Cerpen KOMUNLIS

Image
Foto By. Agustin Handayani


Judul Buku : Tentang Yosephira dan Lelaki Kesatria dan Cerita Pendek Lainnya Jenis : Antologi Cerpen Penulis : Rica Susilowati, dkk Penerbit : Ruang Kosong Publishing Cetakan : Pertama, 2017 Tebal : 278 Halaman ISBN : 978-602-60189-1-5
“Kata adalah senjata seseorang seniman aksara untuk menyentuh ketidakberujungan benak, melampaui nyata. Sedangkan buku, adalah sebuah nisan untuk mengekalkan aksara tersebut.” Yosephira dan Lelaki Kesatria, salah satu bentuk Antologi dari Komuntas Menulis Probolinggo atau kerap dikenal dengan KOMUNLIS. Antologi cerpen dimana di dalamnya terdapat beberapa karya sastra cerpen dari 24 penulis. Lahirnya Antologi cerpen ini sendiri adalah bentuk bukti setelah diadakannya sebuah workshop kepenulisan dan pengenalan penerbitan indie berjudul AYO TERBITKAN BUKUMU! Oleh KOMUNLIS dengan menjaring beberapa penulis pemula, baik pelajar maupun umum. Bahkan beberapa penulis yang karyanya telah menjadi ‘langganan’ media massa pun turut hadir meramai…

FLP Probolinggo Berpuisi

Image
Probolinggo, 18 Februari 2018 pada pukul 09.00-11.00 WIB, Rumah Cayaha (Membaca dan Berkarya) telah diramaikan oleh muda-mudi Probolinggo. Pada kesempatan minggu ini, Forum Lingkar Pena atau dikenal dengan FLP kembali melakukan pertemuan yang kedua di tahun 2018. Tidak seperti biasanya, pada pertemuan kali ini, FLP bertamu seoarang teman dari tentangga yaitu FLP Surabaya. Baliau yang dikenal dengan Kak Ivan adalah seoarang aktivis FLP Surabaya. Memiliki banyak karya yang telah terbit di beberapa media bahkan telah ada yang yang dibukukan membuat para teman-teman FLP Probolinggo tertarik untuk mengetahui kiat-kiat belaiu dalam menulis.

Dimulai dari Sekolah Menengah Atas kelas 11, Kak Ivan mulai menulis beberapa puisi. Pria kelahiran Jember yang telah menetap di Surabaya tersebut membagikan pengalamannya bagaimana menulis puisi baru. Menurut Kak Ivan yang menulis puisi baru, beliau menulis untuk beribadah. Ia mengutarakan perasaan dan pikirannya melalu puisi yag ia diksikan. Dengan har…

Tersenyumlah

Image
Tersenyumlah pada imaji-imaji yang datang saat rembulan menyapa pada lirihan angin yang menyapa sebuah duka tangisan pilu para wanita kenangan menampar kenyataan dengan sebuah kepupusan Tangis itu tak guna, hanya anginan pada topan, menyakitkan dan bahaya pun dengan doa-doa yang terpanjat lirih pada kebisuan tak terdengar namun menembus langit dan ketidakpastian

Probolinggo, Februari 2018

Syahrazad Hujan Tempias dalam "Tanjung Kemarau", Royyan Julian

Image
Judul : Tanjung Kemarau Penulis : Royyan Julian Penerbit : Grasindo Cetakan 1 : Oktober, 2017
Terdata pada hari Senin, 12 Februari 2018 jam 21.20 WIB, saya selesai membaca bab pertama dari buku ‘Tanjung Kemarau’ ini. Memiliki niat dalam hati untuk menyelesaikan novel ini dalam kurung waktu kurang dari satu minggu membuat saya harus menyelinap untuk sekedar membaca semenit atau lima belas menit. Anggaplah untuk membudayakan baca setiap hari. Jadi di bab pertama yang diberi judul, ‘Syahrazad Hujan Tempias’, sukses membuat saya bingung hanya dengan membaca judul asing tersebut. Saya sangat jauh dengan kata bahkan kisah-kisah asing tersebut hingga mungkin membuat timbul rasa penasaran sehingga saya putuskan membaca kata per kata, kalimat hingga ke beberapa paragraph. Diawali dengan kegiatan yang sudah dilalui oleh tokoh bernama Walid dan Ria. Mungkin saya tidak akan menceritakan secara detail bagaimana keadaan sekitar mereka sehabis melakukan kegiatan ‘itu’, karena ini bisa menjadi daya pikat s…

Bedah Buku 'Tanjung Kemarau" karya Royyan Julian

Image
Tepat hari Sabtu, 10 Februari 2018 di Pelantaran Togamas Probolinggo tengah ramai oleh muda-mudi Probolinggo. Dari jam 10.00 WIb, sudah nampak beberapa bazar yang memenuhi pelantaran tersebut. Beberapa diantaranya menjual baju-baju asli Probolinggo, buku terbitan lokal, dan aneka makanan. Sebenarnya hari ini bukan inti dari Bazar itu yang akan saya bahas. Namun, lebih ke acara inti, yaitu Bedah Buku karya salah satu penulis hebat Royyan Julian. Beliau lahir di Pamekasan, 3 Juli 1989. Memiliki Profil yang sangat mengagumkan dan bisa dijadikan contoh bagi kami semua khususnya yang sudah hadir dalam acara tersebut.

Acara yang disusun oleh salah satu komunitas di Probolinggo, KOMUNLIS. Komunitas menulis tersebut dengan sangat bangga mengundang Royyan Julian untuk membedah salah satu bukunya yang berjudul, Tanjung Kemarau yang terbit 2017 oleh Grasido. Novel yang berkisah tentang lokalitas Madura. Dalam novel tersebut bahkan di bahas beberapa mitos, perjalanan politik, agama dan surah, hi…

Selasa

Image
Ombak
:tepian laut Asa

Bagaikan ombak yang menderu
Menubruk batuan dengan sangat kasar
Bising-bising yang mulai memekin telinga
Menggigilkan tubuh dengan hembusan asa


Cinta yang Hilang
:Kekasih Pecundang

Dia pecundang dalam rasa
menari dalam benak lantas hilang
kecup, peluk pun bahkan hambar
ia genggam benang merah lantas putuskan
bersua dengan melodi-melodi bangsat yang sangat manis
beralibi baik dan tak ingin bersama
hilang bagaikan buih pada renjana


Puisi tak Berjudul
:Pada bait tak bertuan

Bait-bait tak bertuan
menari dalam angan yang melambung
hilan terhempas pada asa yang kuat
imaji-imaji yang merembes pada tampias hujan
hilang hingga semua menghilang